Home » Digitalisasi Pariwisata Bentuk Pengembangan Wisata Terkini

Digitalisasi Pariwisata Bentuk Pengembangan Wisata Terkini

“Masyarakat tidak boleh hanya mengenal teknologi saja, namun juga ahli dalam penggunaannya. Indeks lterasi digital Indonesia masih tergolong rendah menurut survei yang dilakukan UNESCO. Pencapaian literasi digital yang baik memerlukan peran serta seluruh kalangan masyarakat,"

Oleh Indienesiana

Indienesia – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kementerian Kominfo RI) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali selenggarakan seminar online dengan tema “Memajukan Pariwisata Melalui Media Digital”.

Seminar menghadirkan antara lain, anggota Komisi I DPR RI Bachrudin Nasori, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Sisca Zulistia Ardie dan Heryanti Utami, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal dan dari unsur Dosen Usaha Perjalanan Wisata UNJ dan Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik, pada Kamis, (30/06/2022).

Penyelenggaraan seminar ini merupakan dukungan Kominfo dengan tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara memajukan pariwisata melalui media digital pada saat ini.

Bachrudin Nasori menyampaikan bahwa masyarakat harus pintar menggunakan teknologi.

“Masyarakat tidak boleh hanya mengenal teknologi saja, namun juga ahli dalam penggunaannya. Indeks lterasi digital Indonesia masih tergolong rendah menurut survei yang dilakukan UNESCO. Pencapaian literasi digital yang baik memerlukan peran serta seluruh kalangan masyarakat. Dalam menghadapi perkembangan teknologi, kemampuan digital menjadi suatu keharusan.” terangnya dalam pemaparan.

Sementara itu Semuel Abrijani menjelaskan perihal transformasi digital dengan menekankan pada pentingnya literasi digital.

“Kita perlu bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Literasi digital merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini” terang Semuel.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, Sisca Zulistia Ardie menjelaskan bahwa bahwa digital sangat diperlukan untuk mengembangkan pariwisata melalui digitalisasi untuk bisa bersama-sama memajukan pariwisata yang ada di kabupaten Tegal.

Baca Juga:   IHSG: Antisipasi Dalam Rangkaian Economic and Capital Market Outlook 2024

Aspek digital dalam memajukan pariwisata juga menjadi poin pemaparan dari Dosen Usaha Perjalanan Wisata UNJ dan Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ, Heryanti Utami.

“Pandemi COVID-19 menjadi mimpi buruk bagi seluruh sektor industri, terutama pariwisata Indonesia. Untungnya, perkembangan teknologi menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah pandemi. Guna menunjang penerapan digital tourism di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sudah mulai melakukan berbagai persiapan secara matang. Contohnya pada layanan internet dan wifi, Kemenparekraf/Baparekraf telah berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam mengembangkan infrastruktur telekomunikasi dan informatika (TIK), terutama di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) dan desa wisata di Indonesia ” pungkasnya.

Lainnya Dari Indienesia

Indienesia 2024

Copyright © 2024 Indienesia.

KBI Media. All Rights Reserved.

close