Home » Sekutu Putin Sebut Malapetaka Global Perang Ukraina, Ada Apa?

Sekutu Putin Sebut Malapetaka Global Perang Ukraina, Ada Apa?

by Indienesia
Published: Last Updated on

Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu anggota parlemen Rusia Duma, Vyacheslav Volodin, memberikan sebuah peringatan besar terkait perang antara negara itu dengan Ukraina. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan di Telegram, Senin, (23/1/2023).

Dalam pernyataannya, Volodin menggarisbawahi pengiriman senjata dari negara-negara Barat kepada Kyiv yang nantinya akan digunakan untuk memukul mundur pasukan Moskow. Menurutnya, dukungan itu akan mendorong dunia pada ‘perang yang mengerikan’.

“Jika Washington dan negara-negara NATO memasok senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan berusaha merebut wilayah kami, seperti yang mereka ancam, ini akan mengarah pada tindakan pembalasan dengan menggunakan senjata yang lebih kuat,” kata Volodin dikutip Euronews.

“Argumen bahwa kekuatan nuklir sebelumnya tidak menggunakan senjata pemusnah massal dalam konflik lokal tidak dapat dipertahankan. Karena negara-negara ini tidak menghadapi situasi di mana ada ancaman terhadap keamanan warganya dan keutuhan wilayah negara.”

Volodin, 58 tahun, telah menjadi ketua Duma sejak 2016, setelah sebelumnya memegang jabatan senior dalam administrasi kepresidenan. Sebagai anggota Dewan Keamanan Presiden Vladimir Putin, ia memiliki akses rutin ke kantor kepresidenan.

“Pengiriman senjata ofensif ke rezim Kyiv akan menyebabkan bencana global,” katanya.

Sebelumnya, ancaman Moskow terhadap negara-negara Barat juga telah dilontarkan Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov. Ia menyebut tank-tank, yang rencananya akan dikirimkan Inggris, sebagai target sah bagi militer Rusia untuk dihancurkan.

“Operasi militer khusus akan berlanjut. Tank-tank ini terbakar dan akan terbakar,” ujarnya.

Perang Rusia dan Ukraina dimulai sejak Februari 2022. Hingga kini baku serang masih berlangsung antara kedua negara.

Barat telah menyokong Kyiv dengan persenjataan untuk memukul mundur pasukan Moskow sejak perang dimulai. Diketahui, sebelum perang, Ukraina menunjukan ketertarikan untuk bergabung dalam aliansi pertahanan Barat, NATO, yang notabenenya merupakan rival dari Negeri Beruang Putih.

Baca Juga:   Jateng Siap Panen 1.000 Ton Sorgum Akhir Tahun Ini

Rusia sendiri memandang perang di Ukraina sebagai sebuah operasi militer. Putin menyebut hal ini dilakukan untuk melawan rezim Kyiv yang mempersekusi warga etnis Rusia di Timur negara itu dan juga untuk menahan rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Perang Panjang di Ukraina Jadi “Mimpi Buruk” Putin


(miq/miq)




Source link

Lainnya Dari Indienesia

Copyright © 2023 Indienesia. All Rights Reserved.

close