Home » Ketika Atikoh Bertemu Teman Kecil di Keuskupan Bogor: Mbak Atik Tidak Berubah

Ketika Atikoh Bertemu Teman Kecil di Keuskupan Bogor: Mbak Atik Tidak Berubah

Oleh Indienesia



Telegraf – Kenangan masa kecil belajar kelompok dan penerimaan hangat keluarga Siti Atikoh Ganjar meninggalkan kesan mendalam bagi Cicilia Vonni. Cerita itu pun disampaikan Vonni kala bertemu Atikoh di Gereja Katedral Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jumat (09/02/2024).

Siti Atikoh Suprianti sedang mendampingi suaminya, calon Presiden RI Ganjar Pranowo yang berkunjung ke Keuskupan Bogor, di lingkungan Gereja Katedral Bogor. Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur menyambut keduanya dengan hangat.

Keduanya kemudian langsung diajak masuk ke area Katedral untuk melihat suasana tempat ibadah umat nasrani tersebut. Obrolan santai dan penuh tawa tampak tercipta dalam suasana siang hari itu.

Ketika sesi foto bersama, Atikoh makin sumringah kala Vonni muncul menyapanya. Istri Ganjar itu langsung menyambutnya dengan pelukan hangat. Vonni merupakan bagian dari Keuskupan Bogor.

Belakangan diketahui, Vonni merupakan teman sekolah di kampung Atikoh di Purbalingga. Tepatnya, Vonni adalah teman sekelas dengan adik kandung Atikoh, Ahmad Zaeni.

Kepada teman-temannya, Vonni menjelaskan Ia bisa dikenal Atikoh karena semasa kecil sering main ke rumahnya untuk belajar kelompok.

“Kami satu kampung di Purbalingga, Mbak Atik itu satu sekolah dengan saya, saya satu kelas dengan adiknya Mbak Atik. Jadi waktu kecil kami kalau main ya di rumahnya Mbak Atik,” ucap Vonni usai bertemu Atikoh.

Sekalipun keluarga Atikoh berlatarbelakang religius, mereka menerima kehadiran Vonni yang beragama Katholik dengan baik. Selain itu, Kata Vonni, keluarga mereka sangat rukun. Kerukunan itu juga tetap terjaga sepeninggal tulang punggung keluarga.

“Saya ingat sampai sekarang mereka itu meskipun sejak kecil masih masa sekolah itu sudah ditinggal bapak ibunya, tapi mereka keluarga yang sangat rukun, yang saya tahu itu sampai sekarang,” ucapnya.

Baca Juga:   Raba Wajah Ganjar, Penyandang Tunanetra di Balikpapan Ini Bilang Ganjar Pemimpin Jujur

Vonni mengatakan, didikan keluarga Atikoh juga sangat baik lantaran mereka toleran dan mau berteman tanpa membedakan.

“Mereka keluarga yang rukun dan nggak pilih-pilih ya kalau berteman jadi dengan siapapun dan itulah keagamaannya itu yang saya rasakan dia mau bergaul dengan siapapun. Saya yang Katholik juga diterima oleh keluarga mereka dan nyaman bersahabat dengan mereka,” jelasnya.

Pantas Jadi Ibu Bangsa Indonesia

Di mata Vonni, pertemuan siang hari itu tak jauh berbeda dengan kenangan yang Ia ingat semasa kecil. Atikoh tetap jadi sosok yang rendah hati, ramah, dan tak kehilangan akarnya.

“Mbak Atik itu ya tidak berubah menjadi sosok yang jaim, dia tetap menjadi seorang Atik yang asli Purbalingga dengan bahasanya yang medok, bukan hanya soal bahasa tapi tingkah lakunya Mbak Atik juga tetap rendah hati,” ucapnya.

Kesederhanaan Atikoh, kata Vonni, berharga baginya sebagai rakyat karena tetap diingat di posisi Atikoh saat ini.

“Tetap mau menyapa siapapun meskipun sekarang dia sudah menjadi sesuatu, dia masih mau loh menyapa kami dengan hangat dan itu kami sih merasa berharga sebagai rakyat,” imbuhnya

Di kesempatan itu, Vonni menitipkan harapan agar isu intoleransi menjadi perhatian jika kelak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024.

“Boleh nggak, ya. Ini karena settingnya kebetulan di katedral, saya berharap sekali jika memang nanti pada akhirnya Mas Ganjar bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia, isu toleransi bisa menjadi perhatian,” katanya.

Isu itu penting bagi Vonni sebagai penganut agama Katholik. Menurutnya kebebasan beragama menjadi penting lantaran kelompok agama minoritas pun ingin merasakan kebebasan beribadah.

“Terutama seperti di paroki kami, Paroki Parung itu masih di Bogor umatnya sudah 4.000 lebih tapi kami belum punya gedung gereja. Kami masih beribadah di bawah tenda biru, yang kalau hujan kecipratan, bisa datang Mbak Atik ke Parung nanti namanya Gereja Katholik Santo Johannes Baptista Parung. Itu sampai sekarang nggak ada gedung gerejanya,” ujarnya.

Baca Juga:   Ganjar Jadi Presiden Kredit Macet Nelayan Diputihkan

Kepada Atikoh, Vonni menyebutnya pantas menyandang sebutan Ibu bagi bangsa Indonesia.

“Untuk Mbak Atik, teruslah menjadi ibu buat kami, buat bangsa Indonesia. Beliau sangat pantas untuk menyandang ibu bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.





Baca Selengkapnya >
Sumber

Lainnya Dari Indienesia

Indienesia 2024

Copyright © 2024 Indienesia.

KBI Media. All Rights Reserved.

close